Apa Itu IPDN? Kepanjangan, Sejarah STPDN, Kampus, dan Jurusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri
Ringkasan
IPDN adalah Institut Pemerintahan Dalam Negeri, pendidikan tinggi kepamongprajaan Kementerian Dalam Negeri dengan kampus pusat di Jatinangor, Sumedang. Nama IPDN dipakai sejak 2004, ketika STPDN digabung ke dalam Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) dan IIP berganti nama menjadi IPDN; akar sejarahnya sampai ke APDN 1956. Akreditasi institusinya Unggul. Pada SPCP 2026 dibuka 10 prodi D-IV dengan total 1.410 formasi nasional yang dibagi ke tiap provinsi. Tinggi minimal pria 160 cm dan wanita 155 cm, usia minimal 16 dan maksimal 21 tahun pada 1 Januari 2026.
IPDN adalah singkatan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri, pendidikan tinggi kepamongprajaan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Menurut situs resmi IPDN, IPDN menyelenggarakan pendidikan tinggi kepamongprajaan, dan peserta didiknya disebut praja. Kampus pusatnya berada di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
| Hal | Keterangan |
|---|---|
| Kepanjangan | Institut Pemerintahan Dalam Negeri |
| Kementerian | Kementerian Dalam Negeri |
| Kampus pusat | Jalan Ir. Soekarno KM 20, Cibeusi, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363 |
| Akreditasi institusi | Unggul (PDDIKTI, dicek 6 November 2026) |
| Program studi SPCP 2026 | 10 prodi D-IV |
| Formasi 2026 | 1.410 calon praja (total nasional, dibagi ke tiap provinsi) |
Bagaimana Sejarah IPDN?
Halaman Sejarah IPDN merunut pendidikan pamong praja sejak zaman Hindia Belanda. Ringkasnya:
- 1920 sampai 1955: sekolah pamong praja OSVIA, MOSVIA, dan OSIBA pada masa Hindia Belanda, lalu SMT Pangreh Praja (1948) dan Kursus Dinas C (1952).
- 17 Maret 1956: Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) didirikan di Malang.
- 25 Mei 1967: Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) diresmikan di Malang, lalu dipindah ke Jakarta pada 1972.
- 1988 sampai 1990: 20 APDN di berbagai provinsi disatukan menjadi APDN Nasional di Jatinangor, diresmikan 18 Agustus 1990.
- 1992: APDN Nasional menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) lewat Keppres No. 42 Tahun 1992. Sejak 1995 programnya ditingkatkan menjadi D-IV.
- 2004: Keppres No. 87 Tahun 2004 menggabungkan STPDN ke dalam IIP sekaligus mengganti nama IIP menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Jadi, STPDN adalah nama lama kampus Jatinangor sebelum digabung menjadi IPDN.
Di Mana Saja Kampus IPDN?
Selain kampus pusat di Jatinangor, situs resmi IPDN mencantumkan kampus di Jakarta dan beberapa daerah:
| Kampus | Alamat |
|---|---|
| Jatinangor (pusat) | Jalan Ir. Soekarno KM 20, Cibeusi, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat |
| Jakarta | Jl. Ampera Raya No.1, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan |
| Sumatera Barat | Jl. Raya Bukittinggi - Payakumbuh, Tabek Panjang, Baso, Kabupaten Agam |
| Kalimantan Barat | Sungai Ambawang Kuala, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya |
| Nusa Tenggara Barat | Jl. Gajah Mada No.1, Leneng, Praya, Kabupaten Lombok Tengah |
| Sulawesi Selatan | Kampili, Pallangga, Kabupaten Gowa |
| Sulawesi Utara | Tampusu, Remboken, Kabupaten Minahasa |
| Papua | Asei Kecil, Sentani Timur, Jayapura |
Halaman Sejarah menyebut program D-IV diselenggarakan di Kampus Jatinangor, sedangkan Kampus Cilandak Jakarta menyelenggarakan program pascasarjana dan profesi kepamongprajaan.
Apa Saja Jurusan di IPDN?
Pada Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) 2026, IPDN membuka 10 program studi D-IV. Akreditasi diambil dari PDDIKTI per 6 November 2026.
| Program studi D-IV | Formasi 2026 | Akreditasi |
|---|---|---|
| Administrasi Pemerintahan Daerah | 144 | Unggul |
| Keuangan Publik | 144 | Unggul |
| Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik | 140 | Unggul |
| Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik | 145 | Unggul |
| Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat | 135 | Unggul |
| Politik Indonesia Terapan | 134 | Baik Sekali |
| Praktik Perpolisian Tata Pamong | 138 | Baik Sekali |
| Studi Kebijakan Publik | 146 | Unggul |
| Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil | 137 | Unggul |
| Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan | 147 | Baik Sekali |
Menurut Permendagri No. 43 Tahun 2018, IPDN punya tiga fakultas: Fakultas Politik Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat. Halaman Sejarah juga menyebut bahwa sejak 2010 pendidikan kepamongprajaan dikonsentrasikan pada Program D-IV semester I sampai VIII.
Lulusan IPDN Jadi Apa?
Surat edaran SPCP 2026 mewajibkan calon praja bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Peserta yang sudah dinyatakan lulus sebagai calon praja lalu mengundurkan diri wajib mengembalikan biaya seleksi ke kas negara.
Biaya pelaksanaan SPCP 2026 dibebankan pada APBN Kementerian Dalam Negeri, sedangkan tahap SKD dikenai PNBP dari BKN. Surat edaran tidak menyebut biaya selama pendidikan, lama ikatan dinas, atau gelar lulusan.
Apa Saja Fasilitas Kampus IPDN Jatinangor?
Halaman Sarana dan Prasarana situs resmi mencantumkan antara lain:
- Balairung Rudini dan Graha Wyata Praja
- Wisma Praja dan menza
- Laboratorium Administrasi Kependudukan, laboratorium komputer, dan laboratorium pemerintahan
- Perpustakaan dan gedung pascasarjana
- Kolam renang, lapangan sepak bola, serta lapangan voli dan basket
- Masjid, gereja Protestan, gereja Katolik, dan pura
Apa Syarat Masuk IPDN? (Acuan SPCP 2026)
- Usia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada 1 Januari 2026.
- Tinggi badan pria minimal 160 cm dan wanita minimal 155 cm.
- Mendaftar di provinsi domisili, dengan ketentuan domisili minimal 1 tahun atau syarat tambahan bagi yang kurang dari 1 tahun.
- Bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Formasi 2026 berjumlah 1.410: 1.200 kuota untuk 32 provinsi di luar Papua dan 210 kuota wilayah Papua.
Sampai Mana Seleksi IPDN 2026?
Menurut pengumuman Seleksi Penentuan Akhir (800.1.2.2/27/IPDN), hasil kelulusan akhir SPCP IPDN 2026 diumumkan pada 6 November 2026 di sscasn.bkn.go.id dan spcp.ipdn.ac.id. Rincian tiap tahap seleksi ada di Seleksi Lanjutan IPDN 2026.
Kalau kamu ingin bersiap menghadapi SKD dan seleksi lanjutan IPDN berikutnya, lihat program persiapan IPDN Patriot Muda.
Pertanyaan yang sering diajukan
IPDN kepanjangannya apa?+
Institut Pemerintahan Dalam Negeri, pendidikan tinggi kepamongprajaan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri.
Apa bedanya IPDN dan STPDN?+
STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) adalah nama lama kampus Jatinangor. Keppres No. 87 Tahun 2004 menggabungkan STPDN ke dalam IIP dan mengganti nama IIP menjadi IPDN.
Di mana kampus IPDN?+
Kampus pusat di Jalan Ir. Soekarno KM 20, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ada juga kampus Jakarta dan kampus daerah di Sumatera Barat, Kalimantan Barat, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua.
Apa saja jurusan IPDN?+
Pada SPCP 2026 ada 10 prodi D-IV, antara lain Administrasi Pemerintahan Daerah, Keuangan Publik, Studi Kebijakan Publik, Praktik Perpolisian Tata Pamong, dan Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan.
Apa akreditasi IPDN?+
PDDIKTI per 6 November 2026 mencatat akreditasi institusi IPDN Unggul. Tujuh prodi D-IV terakreditasi Unggul dan tiga Baik Sekali.
Berapa tinggi badan minimal masuk IPDN?+
Pada SPCP 2026, pria minimal 160 cm dan wanita minimal 155 cm.
Apakah lulusan IPDN jadi PNS?+
Surat edaran SPCP 2026 mewajibkan calon praja bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Sumber resmi
- Surat Edaran tentang Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2026 · 800.1.2.2/5875/SJ · Menteri Dalam Negeri · 14 Agustus 2026
- Alokasi Formasi/Kuota Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN Tahun 2026 (halaman resmi spcp.ipdn.ac.id) · Panitia SPCP IPDN (spcp.ipdn.ac.id)
- Pengumuman Rektor IPDN tentang Jadwal, Lokasi, dan Ketentuan Peserta pada Pelaksanaan Seleksi Penentuan Akhir SPCP IPDN Tahun 2026 · 800.1.2.2/27/IPDN · Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri · 23 Oktober 2026
- Profil IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri): Sejarah dari OSVIA sampai IPDN, Kampus Jatinangor dan Kampus Daerah, Fakultas, Fasilitas (halaman resmi) · IPDN (ipdn.ac.id)
Informasi resmi tetap mengacu ke situs panitia; ketentuan bisa berubah sewaktu-waktu. Artikel ini dicek ke dokumen di atas pada 6 November 2026.