Sekolah Kedinasan Kemenhub: Daftar 12 Kampus SIPENCATAR, Lokasi, Prodi, dan Biaya
Ringkasan
Sekolah kedinasan Kemenhub menerima calon taruna lewat SIPENCATAR. Pada 2026 ada 12 perguruan tinggi tujuan Pola Pembibitan dengan 891 formasi jenjang D-III dan D-IV, antara lain PTDI-STTD Bekasi, PKTJ Tegal, PPI Madiun, Poltekpel Surabaya, PPI Curug, dan Poltekbang Surabaya. Usia minimal 16 dan maksimal 23 tahun pada 1 September 2026, biaya pendaftaran Rp200.000, seleksi lanjutan Rp2.500.000. Taruna yang lulus wajib membayar biaya layanan akademik dan non akademik sesuai ketentuan tiap perguruan tinggi.
Sekolah kedinasan Kemenhub adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan yang menerima calon taruna lewat seleksi SIPENCATAR (Seleksi Penerimaan Calon Taruna). Pada Tahun Akademik 2026/2027, Pengumuman PG-BPSDMP 02 Tahun 2026 membuka formasi Pola Pembibitan di 12 perguruan tinggi bidang transportasi darat, perkeretaapian, sungai dan penyeberangan, pelayaran, dan penerbangan.
| Hal | SIPENCATAR Kemenhub 2026 |
|---|---|
| Jumlah perguruan tinggi | 12 |
| Total formasi | 891 |
| Jenjang | D-III dan D-IV |
| Pendaftaran | 18 sampai 30 Agustus 2026 lewat SSCASN BKN |
| Usia | Minimal 16 tahun, maksimal 23 tahun pada 1 September 2026 |
| Biaya pendaftaran | Rp200.000 per perguruan tinggi tujuan |
| Kelulusan akhir | 811 peserta lulus dari 891 formasi (hitungan dari lampiran PG-BPSDMP 10) |
Apa Saja Sekolah Kedinasan Kemenhub dan Lokasinya?
Ini 12 perguruan tinggi tujuan SIPENCATAR Pola Pembibitan 2026 menurut Lampiran I PG-BPSDMP 02. Alamat diambil dari daftar lokasi seleksi lanjutan di Lampiran I PG-BPSDMP 07; kampus yang tidak tercantum di daftar itu hanya ditulis kotanya.
| No | Perguruan tinggi | Bidang | Lokasi |
|---|---|---|---|
| 1 | Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD (PTDI-STTD) | Transportasi darat | Jl. Raya Setu 89 Cibitung, Kabupaten Bekasi |
| 2 | Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal | Transportasi darat | Kampus 2 PKTJ, Jl. KH. Abdul Syukur No. 17, Margadana, Kota Tegal |
| 3 | Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun | Perkeretaapian | Jl. Tirta Raya, Pojok, Nambangan Lor, Kec. Manguharjo, Madiun |
| 4 | Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang | Sungai, danau, penyeberangan | Palembang |
| 5 | Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali | Transportasi darat | Kampus Tabanan, Jl. Cempaka Putih, Desa Samsam, Kec. Kerambitan, Tabanan |
| 6 | Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya | Pelayaran | Surabaya |
| 7 | Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara | Pelayaran | Jl. Trans Sulawesi Km. 80, Desa Tawaang, Kec. Tenga, Kab. Minahasa Selatan |
| 8 | Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug | Penerbangan | Komplek Bandara Budiarto, Serdang Wetan, Legok, Kabupaten Tangerang |
| 9 | Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya | Penerbangan | Jl. Jemur Andayani 1 No. 73, Siwalankerto, Kec. Wonocolo, Surabaya |
| 10 | Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang | Penerbangan | Jl. Adi Sucipto, Sukodadi, Kec. Sukarami, Kota Palembang |
| 11 | Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Jayapura | Penerbangan | Jl. Kayu Batu No. 6, Tanjung Ria, Jayapura Utara |
| 12 | Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi | Penerbangan | Banyuwangi |
Prodi Apa Saja yang Dibuka dan Berapa Formasinya?
Angka dalam kurung adalah formasi Pola Pembibitan Kementerian Perhubungan per prodi menurut Lampiran II B. Formasi Pola Pembibitan Pemerintah Daerah dihitung terpisah per kabupaten/kota di Lampiran III.
| Perguruan tinggi | Program studi (formasi Kemenhub) |
|---|---|
| PTDI-STTD | D-IV Transportasi Darat (26), D-III Manajemen Transportasi Jalan (18) |
| PKTJ Tegal | D-IV Rekayasa Sistem Transportasi Jalan (21), D-IV Teknologi Rekayasa Otomotif (23), D-III Teknologi Otomotif (20) |
| PPI Madiun | D-III Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian (3), D-III Teknologi Elektro Perkeretaapian (3), D-III Teknologi Mekanika Perkeretaapian (4), D-III Manajemen Transportasi Perkeretaapian (6) |
| Poltektrans SDP Palembang | D-III Manajemen Transportasi Perairan Daratan (2) |
| Poltrada Bali | D-III Teknologi Otomotif (15), D-III Manajemen Logistik (2), D-III Manajemen Transportasi Jalan (27) |
| Poltekpel Surabaya | D-IV Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal (2) |
| Poltekpel Sulawesi Utara | D-III Manajemen Transportasi Laut (2) |
| PPI Curug | D-IV Teknik Pesawat Udara (1), D-IV Teknik Navigasi Udara (1), D-III Pertolongan Kecelakaan Pesawat (10), D-III Operasi Bandar Udara (5) |
| Poltekbang Surabaya | D-III Manajemen Transportasi Udara (11) |
| Poltekbang Palembang | D-III Manajemen Bandar Udara (3), D-III Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan (7) |
| Poltekbang Jayapura | D-III Manajemen Bandar Udara (tidak ada di Lampiran II B; 2 formasi Orang Asli Papua di Lampiran II A) |
| API Banyuwangi | D-III Operasi Pesawat Udara (5) |
Total 891 formasi terdiri dari Pola Pembibitan Kementerian Perhubungan 217, Kementerian Perhubungan Orang Asli Papua 8, Pemerintah Daerah 661, dan Pemerintah Daerah Orang Asli Papua 5.
Apa Bedanya Pola Pembibitan Kemenhub dan Pemda?
- Pola Pembibitan Kementerian Perhubungan bersifat nasional, tidak dibatasi domisili. Lulusannya wajib bersedia ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan di seluruh wilayah Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan.
- Pola Pembibitan Pemerintah Daerah bersifat kewilayahan. Pendaftar dibatasi domisili sesuai wilayah pemerintah daerah, dibuktikan dengan KTP dan/atau KK. Sebagian besar formasi Pemda 2026 ada di PTDI-STTD, PKTJ Tegal, dan Poltrada Bali.
Formasi Orang Asli Papua (OAP) wajib melampirkan Surat Keterangan Orang Asli Papua.
Apakah Poltekpel Surabaya, PIP Semarang, dan PPI Madiun Termasuk Sekolah Kedinasan Kemenhub?
Poltekpel Surabaya dan PPI Madiun termasuk 12 perguruan tinggi tujuan SIPENCATAR Pola Pembibitan 2026, jadi keduanya menerima calon taruna lewat seleksi ini. Pada 2026, Poltekpel Surabaya hanya membuka D-IV Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal dengan 2 formasi Kemenhub.
PIP Semarang tercantum di Lampiran I PG-BPSDMP 07 sebagai lokasi seleksi lanjutan, tetapi tidak termasuk 12 perguruan tinggi tujuan formasi Pola Pembibitan 2026. Begitu juga Poltekpel Sorong, Poltekpel Malahayati, Poltekpel Sumatera Barat, Poltekbang Medan, dan Poltekbang Makassar: semuanya hanya menjadi lokasi seleksi lanjutan pada 2026.
Beberapa kampus Kemenhub juga membuka jalur di luar Pola Pembibitan. Contohnya PTDI-STTD yang membuka Jalur Mandiri Gelombang III (PG-PTDI-STTD 504 Tahun 2026); jalur ini bukan SIPENCATAR Pola Pembibitan dan pengumumannya tidak menyebut ikatan dinas atau penempatan kerja. Baca juga: Jalur Mandiri PTDI-STTD 2026.
Berapa Biaya Kuliah di Sekolah Kedinasan Kemenhub?
Pengumuman PG-BPSDMP 02 menulis bahwa calon taruna yang lulus seleksi akhir "wajib menempuh perkuliahan dan membayar biaya layanan akademik dan non akademik" sesuai ketentuan di masing-masing perguruan tinggi. Besarannya tidak dirinci di pengumuman pusat.
Biaya yang tertulis selama seleksi 2026:
- Biaya pendaftaran Rp200.000, dibayar ke rekening perguruan tinggi tujuan.
- Biaya seleksi lanjutan Rp2.500.000 (PG-BPSDMP 09).
- Biaya pendaftaran dan seleksi tidak dapat dikembalikan dengan alasan apa pun.
Apa Syarat Masuk Sekolah Kedinasan Kemenhub? (Acuan 2026)
- Lulusan SMA/MA/SMK/MAK sederajat dengan jurusan sesuai Lampiran I. Persyaratan jurusan berbeda per prodi. Prodi D-III Operasi Bandar Udara, Pertolongan Kecelakaan Pesawat, Manajemen Transportasi Udara, Manajemen Bandar Udara, Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan, dan Operasi Pesawat Udara menerima SMA/MA/SMK/MAK sederajat.
- Usia minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun pada 1 September 2026.
- Tinggi badan pria minimal 160 cm dan wanita 155 cm. Khusus prodi D-III PKP, PPKP, OBU, MBU, MTU, dan OPU: pria minimal 165 cm dan wanita 160 cm.
- Nilai rata-rata sesuai ketentuan pengumuman, dengan batas khusus untuk pendaftar Orang Asli Papua.
- Menandatangani Pakta Integritas Calon Taruna bermeterai Rp10.000.
Rincian persyaratan nilai dan jurusan per prodi ada di Pengumuman PG-BPSDMP 02 di sipencatar.kemenhub.go.id.
Bagaimana Tahapan Seleksi SIPENCATAR?
- Seleksi administrasi (menggugurkan).
- Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), bobot 60%.
- Seleksi lanjutan: tes kesehatan dan penilaian performa fisik (menggugurkan), psikotes (menggugurkan), tes kebugaran jasmani transportasi (bobot 15%), wawancara (bobot 15%), dan penilaian prestasi OSN/O2SN (bobot 10%), yaitu penilaian tambahan bagi peserta yang punya prestasi Olimpiade Sains Nasional atau Olimpiade Olahraga Siswa Nasional.
Pada 2026, menurut hitungan dari lampiran Pengumuman Kelulusan Akhir PG-BPSDMP 10, 811 peserta berstatus lulus dari 891 formasi. Peserta yang lulus wajib membayar dan daftar ulang pada 2 sampai 6 November 2026. Hasil per tahap ada di Hasil Akhir SIPENCATAR Kemenhub 2026.
Kalau kamu ingin bersiap menghadapi SKD dan seleksi lanjutan sekolah kedinasan Kemenhub, lihat daftar program bimbel Patriot Muda per instansi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa saja sekolah kedinasan Kemenhub?+
Pada SIPENCATAR Pola Pembibitan 2026 ada 12 perguruan tinggi: PTDI-STTD, PKTJ Tegal, PPI Madiun, Poltektrans SDP Palembang, Poltrada Bali, Poltekpel Surabaya, Poltekpel Sulawesi Utara, PPI Curug, Poltekbang Surabaya, Poltekbang Palembang, Poltekbang Jayapura, dan API Banyuwangi.
Apakah Poltekpel Surabaya sekolah kedinasan?+
Poltekpel Surabaya adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan dan termasuk tujuan SIPENCATAR Pola Pembibitan 2026, dengan prodi D-IV Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal (2 formasi Kemenhub).
Apakah PIP Semarang ikut SIPENCATAR Pola Pembibitan 2026?+
Pada 2026, PIP Semarang hanya tercantum sebagai lokasi seleksi lanjutan di PG-BPSDMP 07, bukan sebagai perguruan tinggi tujuan formasi Pola Pembibitan.
Berapa biaya sekolah kedinasan Kemenhub?+
Pengumuman PG-BPSDMP 02 menyebut taruna yang lulus wajib membayar biaya layanan akademik dan non akademik sesuai ketentuan perguruan tinggi masing-masing. Biaya pendaftaran 2026 Rp200.000 dan biaya seleksi lanjutan Rp2.500.000.
Berapa batas usia SIPENCATAR Kemenhub?+
Pada 2026, usia minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun pada 1 September 2026.
Berapa tinggi badan minimal sekolah kedinasan Kemenhub?+
Pria minimal 160 cm dan wanita 155 cm. Khusus prodi D-III PKP, PPKP, OBU, MBU, MTU, dan OPU, pria minimal 165 cm dan wanita 160 cm.
Apa bedanya Pola Pembibitan Kemenhub dan Pemda?+
Pola Kemenhub bersifat nasional, dan pesertanya wajib bersedia ditempatkan di UPT Kementerian Perhubungan seluruh Indonesia. Pola Pemda bersifat kewilayahan, dibatasi domisili sesuai wilayah pemerintah daerah.
Sumber resmi
- Pengumuman Penerimaan Calon Taruna Pola Pembibitan pada Perguruan Tinggi di Lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun Akademik 2026/2027 · PG-BPSDMP 02 Tahun 2026 · Plt. Sekretaris Badan Pengembangan SDM Perhubungan (Ketua Tim Penanggung Jawab Seleksi Penerimaan Calon Taruna Pola Pembibitan Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan Tahun Akademik 2026/2027) · 15 Agustus 2026
- Pengumuman Penerimaan Calon Taruna/Mahasiswa Jalur Mandiri Gelombang III Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD Tahun Akademik 2026/2027 · PG-PTDI-STTD 504 Tahun 2026 · Direktur Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD · 6 Oktober 2026
- Hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) SIPENCATAR Kemenhub 2026 Jalur Pola Pembibitan (PG-BPSDMP 07 Tahun 2026) · PG-BPSDMP 07 Tahun 2026 · Plt. Sekretaris BPSDM Perhubungan selaku Ketua Tim Penanggung Jawab Seleksi Penerimaan Calon Taruna Pola Pembibitan · 7 Oktober 2026
- Pelaksanaan Seleksi Lanjutan SIPENCATAR Pola Pembibitan pada Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan Tahun Akademik 2026/2027 (PG-BPSDMP 09 Tahun 2026) · PG-BPSDMP 09 Tahun 2026 · Plt. Sekretaris BPSDM Perhubungan selaku Ketua Tim Penanggungjawab Seleksi Penerimaan Calon Taruna Pola Pembibitan · 12 Oktober 2026
- Hasil Kelulusan Akhir SIPENCATAR Pola Pembibitan pada Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan Tahun Akademik 2026/2027 (PG-BPSDMP 10 Tahun 2026) · PG-BPSDMP 10 Tahun 2026 · Sekretaris BPSDM Perhubungan selaku Ketua Tim Penanggung Jawab Sipencatar Pola Pembibitan · 2 November 2026
Informasi resmi tetap mengacu ke situs panitia; ketentuan bisa berubah sewaktu-waktu. Artikel ini dicek ke dokumen di atas pada 6 November 2026.