Bimbel Akpol

Kemungkinan kamu diterima di IPDN akan semakin besar jika kamu mengikuti bimbel IPDN atau bimbingan belajar khusus masuk IPDN yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga swasta.

Mengikuti seleksi CPNS dengan harapan bisa memulai karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah harapan banyak orang.

Setiap tahunnya, pendaftaran CPNS dibanjiri ratusan ribu orang yang berharap untuk mengubah nasib mereka dengan menjadi abdi negara.

Impian untuk hidup terjamin sebagai PNS adalah alasan yang mendasari puluhan ribu orang ingin menjadi PNS, terlepas dari latar belakang yang mereka miliki.

Faktanya, ada cara lebih mudah untuk menjadi CPNS atau PNS tanpa repot menunggu pendaftaran CPNS, ikut mengantri untuk daftar, dan memasukkan lamaran.

Dengan mengikuti pendidikan sekolah tinggi kedinasan seperti IPDN, kamu bisa lulus dengan menyandang gelar Sarjana Sains Terapan dan PNS Penata Muda golongan IIIA.

Tanpa perlu berdesak-desakan atau antri dengan calon pelamar CPNS lainnya, alumni IPDN akan langsung mendapatkan pekerjaan dan ditempatkan di instansi yang memiliki ikatan dinas dengan tempat atau daerah rekrut.

Setelahnya, kamu hanya perlu bekerja maksimal dan meningkatkan performa kerja untuk naik jabatan dan menduduki posisi-posisi penting di pemerintahan.

Tentunya, tidak mudah untuk diterima oleh salah satu sekolah kedinasan paling bergengsi ini. Oleh sebab itu, bimbel IPDN bertindak sebagai pembuka jalan untuk jaminan masa depan kamu berkarier sebagai PNS.

Daftar Isi

Apa itu IPDN?

IPDN atau Institut Pemerintahan Dalam Negeri adalah sekolah tinggi kedinasan (STK) yang berada di bawah naungan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia atau Kemendagri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 untuk menggabungkan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri atau STPDN dengan Institut Ilmu Pemerintahan. Keduanya kini menyandang sebutan IPDN.

Seperti STK yang berada di bawah naungan Kementrian lain, lulusan IPDN memiliki ikatan dinas dengan Kementerian terkait dan ditempatkan di instansi pemerintahan pusat atau daerah.

Oleh sebab itu, syarat masuk IPDN adalah bersedia diangkat menjadi CPNS atau PNS dan ditugaskan atau ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.

Mengapa IPDN diminati?

Meskipun pada perjalanannya sempat menuai kontroversi, IPDN mulai berbenah diri dan sejak 2018 tidak ada lagi kasus kekerasan yang tercatat di PTK ini.

Secara umum, perguruan tinggi kedinasan seperti IPDN diminati karena menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan perguruan tinggi negeri:

1. Ikatan Dinas

Lulusan IPDN tidak perlu repot melamar di banyak perusahaan atau instansi pemerintahan. Karena IPDN berada langsung di bawah naungan Kemendagri, praja IPDN tidak perlu khawatir dengan ketersediaan lapangan kerja.

Dengan ikatan dinas, lulusan IPDN akan langsung diangkat menjadi CPNS atau PNS serta mendapat jabatan atau pangkat. Singkatnya, lulusan IPDN tidak perlu repot mencari kerja.

2. Penugasan di Seluruh Wilayah Republik Indonesia

Jangkauan wilayah kerja Kemendagri tersedia di seluruh wilayah NKRI bagi setiap lulusan IPDN. Prospek kerja yang luas mencakup seluruh wilayah pemerintah pusat dan daerah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kementerian Dalam Negeri Nomor 27 tahun 2017 tentang penempatan lulusan IPDN, sebesar 15 persen lulusan akan ditempatkan di pemerintahan pusat, 35 persen di kawasan perbatasan, dan 50 persen di pemerintahan daerah.

Kuota Penempatan Penempatan
15% lulusan IPDN Pemerintahan pusat
35% lulusan IPDN Kawasan perbatasan
50% lulusan IPDN Pemerintahan daerah
Total 100%

 

Tabel 1. Kuota penempatan alumni IPDN

3. Biaya Murah

Bagi calon mahasiswa, sekolah tinggi kedinasan lebih diminati daripada PTN karena biaya kuliah yang jauh lebih murah atau bahkan gratis.

Beberapa sekolah kedinasan lainnya bahkan memberikan uang saku kepada mahasiswa selama mereka menempuh pendidikan, termasuk IPDN.

4. Asrama untuk Praja/ Mahasiswa

Selama menempuh proses pendidikan, praja IPDN mendapat fasilitas asrama khusus untuk ditempati hingga lulus kuliah.

IPDN, Sekolah Tinggi Kedinasan Paling Populer

Pendidikan yang diselenggarakan oleh kampus IPDN di seluruh Indonesia bertujuan untuk menyiapkan kader-kader berkualitas yang akan bekerja di pemerintahan pada tingkat daerah maupun pusat.

Selain IPDN setidaknya ada 5 sekolah tinggi kedinasan lain yang diminati oleh lulusan SMA. Dengan jumlah pendaftar hampir mencapai 200 ribu, berikut ini adalah sekolah kedinasan dengan pendaftar paling banyak pada tahun 2020:

Sekolah Tinggi Kedinasan Jumlah Pendaftar (orang)
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 46.593
Politeknik Statistika (STIS) 24.515
Politeknik Imigrasi (Poltekim) 10.553
Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) 9.025
Politeknik Transportasi Darat Indonesia (STTD) 7.343
Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) 6.799

 

Tabel 2. Sekolah tinggi kedinasan dengan jumlah pendaftar tertinggi tahun 2020

Kampus IPDN

Saat ini, IPDN memiliki satu kampus pusat yang terletak di Sumedang, Jawa Barat dan sembilan kampus regional yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Kampus IPDN Ada dimana saja?

Kampus IPDN tersebar di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Berikut ini adalah daftar kampus IPDN untuk menampung seluruh praja dari 34 provinsi di Indonesia.

Daftar Alamat & Telepon IPDN di Indonesia

1. Kampus Pusat IPDN Jawa Barat

Alamat: Jl. Ir. Soekarno (Raya Bandung-Sumedang) KM 20, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat 45363
Tel: (022) 7798252
Email: cs.ipdn@ipdn.id

2. Kampus IPDN Jakarta

Alamat: Jl. Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Telp : (021) 780-5088 / 780-6602 ext. 113 dan 131
Fax : (021) 782-4157
Email : pps@ipdn.ac.id

3. Kampus Regional IPDN Sumatera Barat

Alamat: Jl. Raya Bukittinggi – Payakumbuh KM 14 Baso, Agam, Sumatera Barat
Telp: (0752) 426805
Fax. : (0752) 426-803

4. Kampus IPDN Kalimantan Barat

Alamat: Jl. Trans Kalimantan KM 11,5. Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat

5. Kampus IPDN Sulawesi Selatan

Alamat: Jl. Je’ne Madinging Desa Kampili, Pallangga, Gowa, Sulawesi Selatan
Telp/Fax. : (0411) 882-080
E-mail : sulsel@ipdn.ac.id

6. Kampus IPDN Sulawesi Utara

Alamat: Desa Tampusu, Remboken, Minahasa, Sulawesi Utara 95681
Telp: 0822-1708-7779

7. Kampus IPDN Nusa Tenggara Barat

Alamat: Jl. Gajah Mada No.1 Leneng, Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat 83522

8. Kampus IPDN Papua

Alamat: Jl. Kotaraja Dalam Nomor 100, Jayapura, Papua 99351

9. Kampus IPDN Riau

Alamat: Tanah Putih, Rokan Hilir, Riau

10 Kampus Aceh

Alamat: Jantho, Aceh Besar, Aceh

Kuota Penerimaan IPDN

Pada pendaftaran tahun 2020 yang dimulai pada tanggal 8 sampai 23 Juni 2020, tercatat kuota penerimaan IPDN sebesar 1.200.

Kuota tersebut dibagi untuk 34 provinsi di Indonesia dengan rincian berikut ini.

Provinsi Kuota Penerimaan 2020 Provinsi Kuota Penerimaan 2020
Aceh 51 Kalimantan Tengah 33
Sumatera Utara 71 Kalimantan Timur 25
Sumatera Barat 43 Kalimantan Selatan 31
Riau 29 Bali 23
Kepulauan Riau 19 Nusa Tenggara Barat 25
Jambi 27 Nusa Tenggara TImur 49
Sumatera Selatan 39 Sulawesi Selatan 53
Kepulauan Bangka Belitung 19 Sulawesi Tengah 31
Bengkulu 25 Sulawesi Utara 35
Lampung 35 Gorontalo 17
DKI Jakarta 17 Sulawesi Tenggara 39
Jawa Barat 60 Maluku 27
Banten 21 Maluku Utara 25
Jawa Tengah 75 Papua 63
D.I. Yogyakarta 15 Papua Barat 31
Jawa Timur 82 Sulawesi Barat 17
Kalimantan Barat 33 Kalimantan Utara 15

 Tabel 3. Kuota penerimaan Praja IPDN tahun 2020 di 34 provinsi Indonesia

Jurusan di IPDN

Berada di bawah naungan Kemendagri membuat jurusan dan program studi yang ada di IPDN berkaitan dengan ilmu pemerintahan.

Berikut ini adalah fakultas dan program studi yang ada di IPDN beserta akreditasi masing-masing program studi dan mata kuliah yang dihadirkan.

1. Fakultas Politeknik Pemerintahan

  1. Program Studi S1
    1. i) Kebijakan Pemerintahan (Akreditasi B)
      • Wawasan Nusantara
      • Administrasi Kepegawaian
      • Etika Pemerintahan
      • Pembuatan Peraturan Perundang-undangan
      • Sistem Kepartaian dan Pemilu
    2. Program Studi D4
      1. i) Politeknik Pemerintahan (Akreditasi C)
        • Sistem Politik Indonesia
        • SIstem Pemerintahan Indonesia
        • Sistem Hukum Indonesia
        • Kebijakan Publik
        • Teori Birokrasi
      2. ii) Pembangunan dan Pemberdayaan (Akreditasi C)
        • Kebijakan Pemerintahan
        • Pelayanan Publik
        • Politik Desentralisasi dan Otonomi Daerah
        • Manajemen Pemerintahan Daerah
        • Hukum Tata Usaha Negara

2. Fakultas Manajemen Pemerintahan

  1. Program Studi S1
    1. i) Manajemen Pemerintahan (Akreditasi B)
      • Sistem Pembangunan Nasional dan Daerah
      • Sistem Pengelolaan Ketenagakerjaan
      • Perkembangan Konsep Manajemen Personalia
      • Etika Jabatan
      • Teknik Evaluasi Kinerja Aparatur
    2. ii) Manajemen Sumber Daya Manusia (Akreditasi A)
      • Sistem Pembangunan Nasional dan Daerah
      • Sistem Pengelolaan Ketenagakerjaan
      • Perkembangan Konsep Manajemen Personalia
      • Etika Jabatan
      • Teknik Evaluasi Kinerja Aparatur
  • iii) Manajemen Keuangan (Akreditasi A)
    • Reformasi Birokrasi
    • Hubungan Industrial
    • Sistem Remunerasi dan Kesejahteraan Aparatur
    • Hukum Administrasi Negara
    • Administrasi Perkantoran
  1. iv) Manajemen Pembangunan (Akreditasi B)
    • Sistem Informasi Manajemen Pemerintahan
    • Keuangan Negara
    • Sejarah Kependudukan Indonesia
    • Analisis Kebutuhan Diklat
    • Strategi Pelayanan Publik
  2. Program Studi D4
    1. i) Keuangan Daerah (Akreditasi C)
      • Model Penanggulangan Kemiskinan
      • Model Pembangunan Masyarakat
      • Pencatatan Sipil
      • Desentralisasi dan Otonomi Daerah
      • Dasar-dasar Manajemen Pemerintahan
    2. ii) Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil (Akreditasi C)
      • Sistem Pengambilan Keputusan
      • Asas Dekonsentrasi dan Asas Tugas Pembantuan
      • Teori Organisasi
      • Pengantar Ilmu Manajemen
      • Sistem Perencanaan Kependudukan
  • iii) Manajemen Sumber Daya Aparatur (Akreditasi C)
    • Perencanaan Kepegawaian
    • Manajemen Sumber Daya Manusia
    • Hukum Pemerintahan
    • Manajemen Lingkungan Hidup
    • Analisis Kebijakan Publik

3. Fakultas Hukum Tata Pemerintah

  1. Program Studi D4
    1. i) Kependudukan dan Catatan Sipil
    2. ii) Praktik Perpolisian Tata Pamong
  • iii) Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik

4. Program Studi Pascasarjana

Selain program studi D4 dan S1, IPDN juga menyediakan Program Master (S2) untuk jurusan Terapan Studi Pemerintahan (Akreditasi B) dan Program Doktoral (S3) untuk jurusan Ilmu Pemerintahan (Akreditasi B).

Fasilitas IPDN

Fasilitas yang disediakan oleh kampus IPDN di tiap daerah mungkin saja berbeda dengan lainnya. Berikut ini adalah fasilitas kampus pusat IPDN di Jatinangor, Jawa Barat.

1. Ruang Kuliah

Ruang kuliah di kampus pusat IPDN Jatinangor terdiri dari 64 ruangan dengan luas keseluruhan 8.820 meter persegi.

2. Perpustakaan

Perpustakaan kampus pusat IPDN memiliki koleksi sebanyak 1947 judul dan 48.375 eksemplar, dengan ruangan seluas 400 meter persegi.

3. Lembaga Penelitian

Sebagai institusi pendidikan tinggi kedinasan, IPDN menyediakan ruangan khusus seluas 100 meter persegi untuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

4. Laboratorium

Kampus pusat IPDN Jatinangor memiliki tiga laboratorium yaitu lab komputer, bahas, dan pemerintahan dengan luas keseluruhan 800 meter persegi.

5. Ruang Kegiatan Mahasiswa

Sebagai wadah untuk praktik kepemimpinan, kampus IPDN pusat menyediakan ruangan kegiatan mahasiswa seluas 720 meter persegi.

Ruangan tersebut digunakan untuk menampung kegiatan mahasiswa seperti Organisasi Korps Praja dan beberapa Unit Kegiatan Praja lainnya seperti Drumkorps, Paduan Suara, Informatika dan Komputer, Klub Olahraga, Gerakan Pramuka, Wapa Manggala, Majalah, Teater, SAR, sanggar seni, dan kegiatan lainnya.

6. Fasilitas Lain di Kampus Pusat IPDN

Kampus pusat IPDN di Jatinangor tidak main-main dalam mendidik praja yang kelak akan duduk di pemerintahan. Sebagai bukti keseriusan Kemendagri dalam mencetak lulusan berkualitas, IPDN memberikan fasilitas pendukung seperti penjabaran berikut ini.

Fasilitas Luas (m2)
Ruang seminar/workshop 1.142
Ruang olahraga 1.656
Ruang studio 500
Ruang komputer 200
Ruang serbaguna/aula 3.306
Asrama mahasiswa 39.300

 Tabel 4. Fasilitas lain-lain di kampus pusat IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat

Selain fasilitas di atas, kampus IPDN pusat juga menyediakan sarana dan prasarana pendidikan seperti ruang kantor, gedung menza atau ruang makan, asrama, kamar sakit asrama, workshop, tempat ibadah, gedung serba guna, lahan latihan pertanian dan perikanan, fasilitas perbankan, koperasi, dan berbagai fasilitas lainnya.

7. Ruang Perkantoran

Ruang perkantoran di kampus IPDN pusat digunakan sebagai pusat operasional kegiatan pegawai.

9. Komplek Perumahan

IPDN menyediakan komplek perumahan untuk pejabat dan dosen fungsional dengan jumlah 96 unit, asrama pengaruh 1 unit, dan asrama Praja dengan jumlah 40 asrama, serta poliklinik Praja dan pegawai IPDN 1 unit.

11. Tempat Ibadah 5 Agama

Sebagai sekolah kedinasan yang mendidik ribuan putra-putri bangsa dengan berbagai latar belakang, kampus pusat IPDN menyediakan tempat ibadah bagi masing-masing pemeluk agama.

Kampus IPDN menyediakan 1 masjid, 1 gereja katolik, 1 gereja Protestan, dan 1 pura.

12. Fasilitas Olahraga

Setidaknya, terdapat 5 lapangan tenis, 1 lapangan sepak bola, 4 lapangan futsal, 1 lapangan bulu tangkis, 1 kolam renang, dan pusat kebugaran yang bisa digunakan oleh seluruh Praja dan pegawai.

Berapa Biaya Masuk IPDN?

IPDN tidak memungut biaya masuk bagi calon Praja. Dengan kata lain, calon Praja tidak perlu membayar biaya pendaftaran apapun alias Gratis.

Namun, menurut PP Nomor 63 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Badan Kepegawaian Negara, setiap calon Praja diharuskan membayar biaya tes CAT sebesar Rp 50.000.

Biaya Kuliah IPDN

Menyandang status sebagai institusi pendidikan tinggi kedinasan milik pemerintah, IPDN tidak membebankan biaya kuliah kepada semua Praja. Seluruh biaya kuliah di seluruh kampus IPDN pusat dan daerah ditanggung oleh pemerintah dan termasuk dalam APBN.

Faktanya, sekitar 20% APBN digunakan untuk membiayai biaya kuliah perguruan tinggi kedinasan.

Persiapan Masuk IPDN

Agar peluang diterima di IPDN semakin besar, kamu sebaiknya mulai mempersiapkan dua hal, yaitu persiapan mental dan persiapan fisik.

Persiapan Mental Masuk IPDN

Menempuh pendidikan di sekolah kedinasan seperti IPDN mungkin jadi impian kamu sejak masuk SMA, atau mungkin sejak masa-masa SMP.

Apa saja persiapan mental yang harus dilakukan sebelum mendaftar ke IPDN tahun ini?

1. Percaya Diri dan Mandiri

Siap menempuh pendidikan di IPDN berarti kamu siap untuk tinggal jauh dengan orang tua, saudara, dan teman-teman yang kamu kenal baik. Tak jarang, calon praja IPDN harus pergi ke luar pulau untuk mengikuti tes dan selanjutnya harus tinggal di kampus.

Jika kamu tidak percaya diri, sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan ketat IPDN maupun kehidupan asrama jika diterima. Ini akan mempengaruhi performa akademis kamu di kampus.

Sikap mandiri diperlukan karena kamu harus melakukan segala hal sendirian. Lingkungan kuliah yang berbeda dengan lingkungan sekolah menengah mungkin akan membuat kamu sedikit terkejut.

Tapi, asalkan kamu percaya diri dan mandiri, kamu pasti bisa mengatasi setiap kesulitan dalam proses tes masuk IPDN maupun nantinya menempuh pendidikan di IPDN.

2. Berusaha Maksimal

Selalu berusaha sebaik mungkin dalam belajar dan menjaga kesehatan fisik. Dengan berusaha maksimal, secara mental kamu akan menerima apapun hasil akhirnya nanti.

3. Berdoa

Setelah berusaha maksimal, silahkan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan kamu. Minta restu orang tua dan orang-orang terdekat agar kamu diterima di kampus IPDN.

4. Terima Kenyataan

Apapun hasil akhirnya nanti, kamu harus mempersiapkan mental untuk yang terburuk sambil berharap yang terbaik.

Jika kamu diterima, jangan tinggi hati. Ingat bahwa diterima di IPDN adalah permulaan.

Jika kamu tidak diterima, jangan menyerah. Kamu bisa mencoba lagi tahun depan atau mempertimbangkan pilihan kampus lain.

5. Bukan Akhir Segalanya

Diterima atau tidak di IPDN, kamu tetap harus bersemangat dan menatap masa depan dengan positif. Tapi, kalau kamu ingin 100% diterima di IPDN, kamu harus berusaha lebih dibanding calon Praja lainnya.

Mengikuti Bimbel masuk IPDN bergaransi bisa mendorong tingkat keberhasilan kamu diterima di IPDN karena kamu akan mendapat bimbingan langsung secara intensif.

Persiapan Fisik Masuk IPDN

Meskipun pendidikan di IPDN tidak sekeras Akademi Polisi atau Akademi Militer, kamu tetap dituntut untuk menjaga fisik agar semakin memperbesar kemungkinan kamu diterima.

1. Kesehatan

Cek kesehatan kamu secara keseluruhan hari ini. Tujuannya, agar kamu mengetahui kondisi tubuh dan fungsi organ. Jika ada kelainan atau potensi penyakit, segera perbaiki dan tingkatkan kesehatan kamu.

2. Stamina

Rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat bergizi mampu meningkatkan stamina dalam jangka panjang dan meningkatkan konsentrasi.

3. Kurangi Begadang

Jangan sampai karena terlalu bersemangat belajar, kamu mengabaikan waktu tidur. Begadang memperburuk kondisi fisik dan mengurangi kinerja otak di siang hari.

Pastikan kamu memiliki waktu teratur untuk tidur dan bangun setiap hari agar tubuh dan pikiran terbiasa dengan jadwal hidup yang teratur karena seperti itulah pendidikan kamu di IPDN nantinya.

Ikut Bimbingan Belajar Masuk IPDN

Persiapan satu ini bersifat pilihan, bisa kamu lakukan, bisa juga tidak. Dengan mengikuti bimbel IPDN, kamu bisa mengetahui informasi seputar tes masuk dengan lebih lengkap, cermat, dan terbaru.

Bimbingan belajar IPDN menawarkan pengajar-pengajar terbaik untuk melatih calon Praja agar meningkatkan peluang diterima oleh institusi. Kamu juga mendapat pendidikan intensif selama periode tertentu sebelum ujian masak. Tak jarang, bimbel juga menyediakan jaminan jika gagal diterima.

Kalau kamu benar-benar ingin diterima dan masuk ke sekolah kedinasan IPDN, mengikuti bimbel IPDN bisa menjadi jalan kamu ke sana.

Syarat Masuk IPDN

Ada tiga persyaratan masuk IPDN yang harus kamu persiapkan. Tiga persyaratan ini terbagi menjadi syarat umum, syarat administrasi, dan syarat khusus.

Selanjutnya, IPDN menyeleksi calon Praja melalui tes administrasi yang dilanjutkan dengan 4 tahapan tes.

Berikut ini cara masuk dan syarat pendaftaran IPDN.

1. Persyaratan Umum

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Usia peserta seleksi minimal 16 (enam belas) tahun dan maksimal 21 (dua puluh satu) tahun pada saat pembukaan pendidikan.
  3. Tinggi badan pendaftar bagi pria minimal 160 cm dan pelamar wanita minimal 155 cm.

2. Persyaratan Administrasi

  1. Berijazah paling rendah Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) termasuk lulusan Paket C dengan ketentuan:
    1. i) Nilai Rata-rata Ijazah minimal 70,00 (tujuh puluh koma nol-nol) untuk Nilai rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah lulusan 2017 s.d. 2020; dan
    2. ii) Nilai Rata-rata Ijazah bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat ditetapkan minimal 65,00 (enam puluh lima koma nol-nol) untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah lulusan 2017 s.d. 2020;
  2. KTP-el bagi peserta berusia 17 tahun atau Kartu Keluarga (KK) bagi belum memiliki KTP-el. Bagi belum memiliki KTP-el atau Kartu Keluarga (KK) dapat melampirkan Surat Keterangan Kependudukan atau resi permintaan pembuatan KTP-el ditandatangani pejabat berwenang.
  3. Surat Keterangan peserta Ujian Nasional dari Kepala Sekolah atau pejabat berwenang, bagi siswa SMA/MA kelas 3 Tahun Ajaran 2020/2020.
  4. Surat Keterangan Orang Asli Papua (OAP) khusus peserta OAP ditandatangani Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota masing-masing dan mengetahui Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP).
  5. Memiliki alamat e-mail yang aktif dan Pasfoto

3. Persyaratan Khusus

  1. Tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan.
  2. Tidak bertindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya bagi peserta pria, kecuali karena ketentuan agama/adat.
  3. Tidak bertato atau bekas tato.
  4. Tidak menggunakan kacamata/lensa kontak.
  5. Belum pernah menikah/kawin, bagi pendaftar wanita belum pernah hamil/melahirkan.
  6. Belum pernah diberhentikan sebagai Praja IPDN dan perguruan tinggi lainnya dengan tidak hormat.
  7. Apabila pendaftar dinyatakan lulus dan dikukuhkan sebagai Praja IPDN, maka pendaftar:
    1. i) Sanggup tidak menikah/kawin selama mengikuti pendidikan.
    2. ii) Bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditugaskan/ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.
  • iii) Bersedia ditempatkan pada proses pembelajaran di seluruh kampus IPDN.
  1. iv) Bersedia mentaati segala peraturan yang berlaku di IPDN.
  2. v) Bersedia diberhentikan sebagai Praja IPDN jika melakukan tindakan kriminal, mengkonsumsi dan/atau menjual belikan narkoba, melakukan perkelahian, pemukulan, pengeroyokan, menyebarkan paham radikalisme dan melakukan tindakan asusila atau penyimpangan seksual (LGBT).
  3. vi) Bersedia dikembalikan ke daerah masing-masing tanpa biaya dari IPDN apabila terbukti melakukan pemalsuan identitas/dokumen atau tidak memenuhi persyaratan pendaftaran di atas.

 

Skema pendaftaran calon Praja IPDN
Gambar 1. Skema pendaftaran calon Praja IPDN

 

Macam-macam Tes sebelum Masuk IPDN

Sistem tahapan seleksi IPDN dalam Seleksi Penerimaan Calon Praja atau SCPC menggunakan sistem gugur. Jika kamu gagal atau gugur dalam salah satu tahapan tes yang diujikan, maka kamu dinyatakan gagal.

Calon peserta diwajibkan mengikuti semua tahapan tes hingga akhir. Jika dinyatakan memenuhi persyaratan, maka kamu dapat dinyatakan lulus sebagai calon praja IPDN.

Tahapan dan Materi SCPC

  1. Tes Kompetensi Dasar (TKD)
    TKS dilakukan menggunakan sistem Computer Assesment Test (CAT) oleh BKN.
  2. Tes Kesehatan Daerah
    Tes kesehatan ini dilakukan oleh Pusat Kesehatan (Puskes) TNI.
  3. Tes Psikologi, Integritas dan Kejujuran
    Tes ini dilakukan oleh Dinas Psikologi TNI AD.
  4. Tes Pantukhir
    Tes Pantukhir atau tes pemantauan akhir akan dilakukan di kampus IPDN yang meliputi:

    1. Verifikasi Faktual Dokumen Administrasi
    2. Tes Kesehatan Pusat
    3. Tes Kesamaptaan/ Kesiapan Fisik
    4. Wawancara

Cara Masuk IPDN

Pendaftaran IPDN saat ini sudah menggunakan sistem online dan sistem seleksi yang dijalankan lebih mengarah pada soal bertingkat yang setara dengan Seleksi CPNS. Bedanya, tes masuk IPDN melibatkan tes fisik.

Calon Praja IPDN dituntut untuk memiliki banyak pengetahuan umum tentang pemerintahan yang biasa diperoleh dari pelajaran Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah.

Soal tes yang muncul merupakan bagian dari pelajaran PKN, Sejarah, Pengetahuan Umum seputar Indonesia, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan tes Psikologi.

Apa yang Harus Dilakukan Agar Diterima di IPDN?

Selain kecerdasan dan stamina fisik, kamu juga perlu menunjukkan sikap sopan, santun, integritas, nilai luhur, dan jujur. Nilai-nilai tersebut menjadi prioritas IPDN dalam menentukan calon Praja

Kamu juga perlu berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan panitia seleksi karena panitia tidak pernah meminta uang dalam bentuk apapun untuk menggaransi kelulusan peserta.

Kalau kamu mencari garansi diterima di IPDN, maka sebaiknya kamu berusaha lebih ekstra. Misalnya, dengan mengikuti bimbingan belajar atau bimbel IPDN.

Bimbel IPDN

Syarat masuk IPDN tergolong mudah dan bisa dipenuhi oleh siswa-siswi SMA yang berkelakuan baik dan tidak memiliki catatan kriminal kepolisian.

Proses pendaftaran IPDN dengan sistem online pun mempermudah jangkauan rakyat Indonesia untuk mendaftar dari 34 provinsi berbeda.

Namun, kemudahan pendaftaran tersebut tidak berarti bahwa IPDN juga mudah menerima siapapun untuk menjadi calon Praja.

IPDN menerapkan seleksi bertahap untuk memilih calon peserta yang selanjutnya akan menjalani tes sebagai calon Praja, untuk kemudian dilantik menjadi Praja IPDN dan menempuh pendidikan.

Bagaimana cara agar kamu diterima di IPDN?

Mungkin sekali kamu sudah menyadari bahwa kalau soal kecerdasan, ada banyak putra-putri Indonesia lain yang juga cerdas.

Kalau soal nilai yang tinggi, banyak pula pemuda-pemudi lain yang berprestasi.

Mereka sama-sama berlatih dan berusaha keras untuk diterima di IPDN, sama seperti kamu sekarang.

Apa yang membedakan kamu dengan mereka, supaya kesempatan kamu diterima di IPDN lebih besar?

Bimbel IPDN adalah jawaban yang kamu cari.

Cara Memilih Bimbel IPDN yang Baik

Kumpulkan informasi mengenai bimbel IPDN yang kamu temui, lalu pilih yang terbaik dari bimbel-bimbel tersebut. Gunakan parameter berikut ini untuk menentukan apakah bimbel IPDN yang kamu pilih termasuk berkualitas atau kaleng-kaleng.

1. Sistem Pembelajaran.

Kenali sistem pembelajaran yang ditawarkan oleh bimbel IPDN tersebut. Bimbel yang baik pasti memiliki cara dan solusi sendiri untuk membantu siswa agar lolos seleksi.

Kenali apakah sistem pembelajaran bimbel IPDN kamu menawarkan kelengkapan syarat masuk, metode belajar yang efektif, tolak ukur kompetensi, target, dan juga standar kelulusan yang dihasilkan.

Beberapa bimbel masuk IPDN seperti Patriot Muda menawarkan program karantina untuk memastikan bahwa setiap peserta didik lulus dengan predikat terbaik dan diterima di sekolah tinggi kedinasan pilihan.

2. Layanan Pendidik yang Kompeten

Cari informasi apakah bimbel IPDN pilihan kamu menyediakan pelatih dan pendidik yang sesuai dengan bidang masing-masing. Periksa apakah mereka juga memiliki kompetensi untuk mengajar dan mendidik.

Patriot Muda terus berinovasi dengan menyediakan tenaga pendidik berkualitas. Contohnya saja, Patriot Muda menyediakan diklat leadership di instansi pemerintahan secara langsung untuk membangun calon Praja berkualitas.

3. Cari Rekomendasi

Pengalaman orang lain bisa menjadi pelajaran berharga. Cari tahu tentang peserta didik yang sudah pernah bergabung dalam bimbel pilihan kamu. Minta mereka untuk menceritakan pengalaman baik dan buruk.

Periksa juga, apakah bimbel IPDN tersebut menerima rekomendasi dari figur terkenal di instansi tersebut.

Misalnya saja, Patriot Muda direkomendasikan langsung oleh Mayjen TNI (Purnawirawan) Stefanus Margono. Dari sini, kamu bisa menilai bahwa Patriot Muda merupakan lembaga bimbel IPDN berkualitas.

4. Kemiripan Materi

Tidak ada artinya mengikuti bimbel IPDN kalau materi dan soal-soal yang diajarkan ternyata berbeda jauh dengan kenyataan. Cari informasi apakah materi yang diajarkan oleh bimbel tersebut relevan dan bisa membantu kamu di ujian masuk.

Bimbel Patriot Muda menjamin kemiripan materi yang diajarkan dengan soal tes masuk sekolah tinggi kedinasan seperti IPDN. Tak main-main, kemiripan soal tes yang ditawarkan mencapai 92 persen.

5. Jaminan

Lembaga bimbingan belajar sekolah kedinasan bergengsi dan memiliki reputasi baik pasti berani memberikan jaminan atau garansi. Meskipun harga bimbel yang ditawarkan lebih murah, pertimbangkan kembali jika tidak ada garansi yang diberikan.

Patriot Muda menyediakan pendampingan bimbel IPDN dengan Jaminan Pembinaan Kembali secara intensif selama 1 periode jika kamu gagal diterima di periode pertama.

Silahkan cek kembali. Apakah bimbel pilihan kamu menawarkan garansi sebaik ini atau mungkin malah lebih baik?

6. Fasilitas

Fasilitas bimbel yang mumpuni juga akan mendukung calon peserta seleksi IPDN untuk menyerap materi dengan baik dan maksimal. Lembaga bimbingan belajar sekolah kedinasan pilihan kamu sebaiknya memiliki akses ke fasilitas-fasilitas olahraga dan pendidikan lainnya.

Dukungan fasilitas bimbel tersebut akan semakin memperbesar kemungkinan kamu diterima di IPDN.

Patriot Muda memiliki akses ke GOR Ragunan untuk memastikan bahwa setiap peserta didik mendapat pelatihan fisik terbaik.

7. Gratis Konsultasi

Selama mengikuti bimbel di Patriot Muda, kamu bisa berkonsultasi seputar tes ujian masuk, kesulitan yang kamu hadapi, maupun informasi terbaru seputar tes IPDN.

Karier Lulusan IPDN

Lulusan IPDN akan ditempatkan di instansi pemerintahan pusat atau daerah tempat mereka direkrut. Lulusan IPDN akan langsung menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan III A.

Misalnya, kamu direkrut di Provinsi Riau dengan fasilitas Pemerintah Provinsi, maka saat lulus kamu akan ditempatkan di instansi-instansi milik Pemprov Sumatera Barat.

Kamu akan mulai menjadi staf dan berkarier di sana. Soal naik jabatan, ini tergantung kinerja kamu.

Banyak alumni IPDN yang saat ini sukses di pemerintah atau politik mulai dari gubernur, pejabat kementerian, Pemerintah Kota, hingga Pemerintah Daerah.

Sebut saja Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Penjabat (Pj) Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek yang dulu pernah menjabat sebagai Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, Wakil Walikota Jakarta Pusat Arifin, Wakil Dishub Teguh Hendarwan, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pilihan Karier Bagi Alumni IPDN

Setelah lulus, alumni IPDN akan mendapatkan orientasi dan perubahan status kepegawaian. Dari yang awalnya PNS Kemendagri, menjadi PNS Daerah berdasarkan tempat penugasan masing-masing lulusan.

Kebijakan ini dilakukan untuk membantu melaksanakan tugas pemerintah daerah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia ke 34 provinsi di Indonesia secara merata.

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2019 tentang Penempatan Tugas Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

Setiap alumni IPDN berkesempatan untuk menjadi PNS golongan I sesuai dengan kemampuan dan profesionalitas masing-masing, serta memiliki potensi untuk mengisi jabatan-jabatan penting di tingkat kementerian.

Mengapa IPDN Digemari?

IPDN mencetak kader-kader birokrasi yang akan menjalankan pemerintahan, secara otomatis menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS.

Wisudawan IPDN diharapkan menjadi motor penggerak pemerintahan Indonesia dan bisa mengisi posisi-posisi penting dalam ketatanegaraan.

Lulusan IPDN akan menjadi birokrat yang melayani dan mengayomi masyarakat, menjalankan pemerintahan Indonesia sebagai negara yang utuh hingga diakui oleh negara lain di dunia dan PBB.

Alumni IPDN akan diangkat menjadi CPNS atau PNS adalah salah satu dari sekian alasan mengapa IPDN digemari.

1. PNS Memiliki Jaminan Gaji

Meski gaji PNS tidak sebesar pegawai swasta, gaji PNS akan naik setiap 2 tahun sekali. Gaji pokok akan terus meningkat sesuai tingkat golongan dan masa kerja.

Kalau instansi kamu bekerja adalah instansi besar, tak menutup kemungkinan gaji yang kamu terima juga besar. Gaji pokok ini belum termasuk tunjangan-tunjangan lainnya yang juga tak sedikit.

Belum lagi, gaji PNS tidak akan mengalami penurunan meskipun tidak ada peningkatan performa kerja. Gaji PNS yang cenderung stabil dan justru meningkat membuat banyak lulusan IPDN

2. Menerima Gaji 14 kali dalam Setahun

PNS menerima gaji sebanyak 14 kali dalam setahun. Gaji ke-13 akan kamu terima pada bulan Juli setiap tahun, sementara gaji ke-14 adalah Tunjangan Hari Raya atau THR yang akan diberikan setiap hari raya Idul Fitri.

3. Jaminan Kesehatan

Selain tunjangan dan gaji teratur, PNS juga menerima jaminan kesehatan yang berlaku untuk istri atau suami dan dua anak. Salah satu orang tua PNS akan mendapatkan jaminan kesehatan pemerintah baik dengan BPJS Kesehatan atau BPJS Ketenagakerjaan.

4. Jaminan Dana Pensiun

Tidak mengherankan kalau dana pensiun adalah magnet yang membuat banyak orang berlomba-lomba mendaftar CPNS dan bekerja sebagai PNS. Jaminan masa tua PNS membuat kamu tidak perlu lagi khawatir tentang biaya hidup setelah pensiun.

5. Jenjang Karier yang Jelas

PNS menawarkan naik jabatan, pangkat, dan golongan. Dengan lulus dari IPDN, kamu memulai karier dari bawah sebagai staf Pemkot atau Pemda. Selanjutnya, jika kamu memperbaiki performa kerja dan meningkatkan pengalaman, kamu bisa dipercaya untuk menjabat sebagai kepala instansi.

Bahkan, tak jarang lulusan IPDN yang menduduki jabatan fungsional atau struktural yang jelas-jelas akan menambah pemasukan dengan adanya tunjangan jabatan.

6. Tidak Ada PHK

Karyawan swasta menghadapi resiko PHK setiap saat karena kinerja perusahaan atau situasi ekonomi yang naik turun. PNS tidak perlu khawatir dengan ancaman PHK karena pekerjaan PNS yang bergantung pada Negara.

Namun, bukan berarti kamu tidak bisa berhenti menjadi PNS. Jika kamu melakukan kejahatan seperti mencuri, korupsi, kolusi, nepotisme, dan kejahatan lainnya yang merugikan negara, kamu akan segera dicopot dan dikeluarkan.

Gelar Lulusan IPDN

Alumni IPDN yang menyelesaikan studi di IPDN akan mendapatkan gelar Sarjana Sains Terapan (S.STP) dengan pangkat Penata Muda Golongan III A. Kamu akan ditempatkan di instansi yang bekerjasama.

Berapa Gaji Lulusan IPDN?

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir, lulusan IPDN yang mendapat jabatan struktural bisa memperoleh gaji hingga Rp 28.000.000.

Untuk gaji ASN alumni IPDN golongan IIA, gaji yang umum diterima sebesar Rp 2.579.000. Berbagai tunjangan seperti tunjangan kinerja dan lain-lain disesuaikan dengan kemampuan APBD dan kebijakan instansi yang termasuk dalam Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) sebesar Rp 17.370.000.

Chaidir menyebutkan bahwa dengan standar kinerja sebagai jabatan fungsional umum teknis terampil, alumni IPDN yang baru menjadi PNS yang 100% bertugas di DKI Jakarta akan menerima total gaji sebesar Rp 19.949.000.

Gaji CPNS dan PNS seluruhnya diatur secara nasional dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019 tentang perubahan Ke 18 PP Nomor 7 tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS.

Bimbingan Belajar Masuk IPDN

Patriot Muda adalah lembaga bimbingan belajar (bimbel) masuk IPDN yang sudah terbukti melahirkan alumni-alumni yang sukses menjadi Taruna dan Praja.

Dengan sistem pendidikan terstruktur dan pendidik berpengalaman dalam menaklukan ujian masuk IPDN, kesempatan kamu diterima jadi semakin tinggi.

Menyediakan garansi uang kembali 100% jika tidak lolos seleksi menjadi bukti bahwa lembaga bimbel IPDN Patriot Muda begitu percaya diri untuk membantu calon siswa-siswi yang ingin menempuh pendidikan di IPDN.

Patriot Muda mencatatkan statistik kelulusan alumni bimbel setinggi 91% dengan metode pendidikan intensif dan program karantina selama masa pembinaan.

Kalau kamu ingin menjadi bagian dari IPDN atau sekolah tinggi kedinasan kebanggan negara lainnya, Patriot Muda siap membantu mewujudkan impian kamu menjadi pengabdi negara.

Tanya jawab (FAQ)

Kapan pendaftaran IPDN dibuka?

Pendaftaran IPDN tahun 2020 dimulai pada tanggal 8 hingga 23 Juni 2020 melalui portal sscasn.go.id. Pendaftaran IPDN tahun 2021 diperkirakan juga akan dimulai pada bulan Juni melalui portal yang sama.

Apakah kuliah di IPDN gratis?

IPDN tidak membebankan biaya kuliah selama Praja menempuh pendidikan di kampus IPDN. Biaya kuliah ditanggung oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.

Kuota IPDN tahun ini?

Kuota IPDN pada tahun 2020 sebanyak 1.200 Praja yang diseleksi dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Diperkirakan , kuota IPDN tahun 2021 tidak banyak berubah.

Berapa lama pendidikan di IPDN?

Praja IPDN menempuh pendidikan selama 4 tahun dengan sistem pendidikan semi militer.

Leave a Comment